Angin Kencang Terjang Lima Desa #Angin #Kencang #Terjang #Lima #Desa

Angin Kencang Terjang Lima Desa

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hujan deras disertai angin kencang kembali menerjang lima desa di Kabupaten Mojokerto, kemarin. Akibatnya, pohon-pohon di pinggir jalan raya tumbang dan menutup akses. Selain itu, tribun lapangan dan warung rusak. Tak ada korban jiwa dalam peritiwa tersebut.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat mengatakan, akibat derasnya hujan disertai angin membuat sejumlah pohon yang tersebar di empat desa tumbang sekitar pukul 14.30. Masing-masing di Jalan Raya Sumberwono, Kecamatan Bangsal; dan Jalan Raya Sadartengah, Desa Ngarjo, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar. ’’Selain pohon tumbang, angin kencang juga membuat kabel listrik, telepon, dan lampu PJU terputus. Termasuk, tribun lapangan dan warung nasi di Desa Tumapel, Dlanggu, mengalami kerusakan,’’ ungkapnya.

Selain itu, angin juga membuat dua alat berat crane (gentrik) milik PT Beton Prima di Desa Sumberwono, Kecamatan Bangsal, bergeser dari relnya dan menabrak tembok milik perusahaan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun pohon tumbang sempat menghambat arus lalu lintas di Jalan Raya Sadartengah dan Sumberwono. Pohon asem dan trembesi berdiameter 50 sentimeter melintang di jalan raya. Dibantu potensi relawan, TNI, dan Polri, BPBD Kabupaten Mojokerto melakukan evakuasi. ’’Dan alhamdulillah tidak sampai satu jam arus lalu lintas kembali lancar. Pohon sudah selesai dibersihkan,’’ tegasnya.

Djoko menegaskan, di tengah cuaca ekstrem saat ini, masyarakat dituntut lebih waspada. Sebab, potensi bencana alam masih tinggi. Khususnya dalam sepekan ke depan. Sesuai peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, teridentifikasi adanya potensi peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan aktivitas dinamika atmosfer seperti Cold Surge atau Seruakan Massa Udara Dingin dari Asia menuju wilayah Indonesia. Yakni, aktifnya fenomena gelombang atmosfer seperti gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial di beberapa wilayah. Pola tekanan rendah yang memicu terbentuknya belokan angin yang diperkuat juga dengan adanya pengaruh labilitas udara dalam skala lokal. ’’Kondisi seperti itu secara signifikan dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem dalam periode sepekan ke depan,’’ tegasnya.

Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini juga dibarengi perpanjangan status tanggap darurat bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Mojokerto hingga akhir Februari. ’’Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem. Hujan lebat-sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir, angin kencang. Dampaknya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, dan pohon tumbang,’’ paparnya. (ori/abi)

#Angin #Kencang #Terjang #Lima #Desa