BoMer Golf Tournament Series 2022 Berpotensi Tingkatkan PAD • Radar Jogja #BoMer #Golf #Tournament #Series #Berpotensi #Tingkatkan #PAD #Radar #Jogja

BoMer Golf Tournament Series 2022 Berpotensi Tingkatkan PAD • Radar Jogja

RADAR JOGJA – Perhelatan Borobudur and Merapi (BoMer) Golf Tournament Series 2022 berpotensi dapat menggeliatkan sektor pariwisata dan ekonomi. Lebih khusus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Ini karena potensi destinasi wisata di Magelang terhitung besar dengan berbagai daya tarik yang ditawarkan.

Untuk itu, PT. Barka Andera Hutama, Borobudur International Golf and Country Club (BIGCC) dan Merapi Golf Yogyakarta (MGY) berkolaborasi. Guna mengembangkan potensi tersebut dengan menghadirkan aktivitas wisata berupa sport tourism.

“Dengan mengusung tagline Golf Tournament Series and Beyond, BoMer diharapkan dapat membangun dua situs yang notabene dilabeli oleh UNESCO. Yakni Borobudur dan Merapi,” jelas General Manager Borobudur International Golf and Country Club Haris Hudiyanto, Selasa (18/1).

Haris mengatakan perhelatan ini berlangsung selama sepuluh series selama satu tahun yang berlokasi di dua tempat. Di Borobudur International Golf and Country Club (BIGCC), Magelang dan Merapi Golf Yogyakarta (MGY), Jogja. Setiap seriesnya, maksimal diikuti oleh 120 peserta dan akan diambil 20 peserta terbaik untuk maju pada final.

Haris menyebutkan, turnamen ini dilaksanakan pada Selasa dan Rabu tiap bulannya. Lantaran, pangsa pasar golf kebanyakan di akhir pekan atau hari libur. Kemudian muncul ide untuk menaikkan kunjungan dihari biasa. Saat akhir pekan, kunjungan bisa mencapai 100 hingga 130 orang sedangkan hari biasa hanya mencapai 50-an.

“Rata-rata, para pengunjung juga berasal dari luar Magelang. Utamanya untuk mengisi slot yang masih tersisa. Jadi, kami adakan event ini. Hari ini, ada sekitar 27 peserta,” katanya.

Dengan adanya turnamen ini, Haris berharap dapat menjadi multiplayer effect. Terutama bagi bisnis hotel, jasa transportasi, kuliner, maupun Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Magelang. Sayangnya dukungan dari pemerintah belum memberikan dukungan yang signifikan.

“Masih tipis. Terutama dalam hal pendanaan. Kami berharapnya, ayo kita dukung sama-sama even yang notabene bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,” tandasnya.

Haris optimis penyelenggaran turnamen dapat menjadi percontohan. Terlebih berlangsung saat pandemi Covid-19. Apabila berhasil maka bisa menjadi even tahunan dan akan berlanjut.

BoMer, lanjutnya, juga dapat menjadi ikon yang banyak diburu para pegolf di seluruh Indonesia. Berlangsung di tengah pandemi, namun hadir dengan konsep yang menarik. Para peserta juga akan tertantang untuk merampungkan turnamen.

“Tapi nanti mengalir saja, yang penting cari pasar dulu. Jadi konsepnya learning by doing,” katanya.

Ketua Komite BoMer Golf Tournament Series 2022 Boy Arvadino Hadisantoso menuturkan hal yang sama. Dukungan dari pemerintah dirasa kurang maksimal. Terkesan tak acuh dengan penyelenggaran turnamen ini.

Padahal, menurutnya, dengan adanya turnamen ini, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai jual pariwisata. Terutama di wilayah Jawa Tengah dan DIJ. Apalagi penyelenggaran tak jauh dari Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia.

Hadi menuturkan promosi wisata adalah tanggungjawab bersama. Pihaknya hadir melalui BoMer Golf Tournament Series 2022. Dia mengajak lintas instansi untuk terlibat. Tak hanya pemerintah, tapi juga PHRI, ASITA, UMKM dan asosiasi lainnya.

“Para peserta juga datang dari berbagai daerah dan pasti membawa keluarga. Ini menjadi salah satu peluang besar untuk menambah pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Salah satu peserta sekaligus EO Golf Claudia Devie mengapresiasi adanya BoMer ini. Menurutnya, turnamen ini merupakan ajang untuk berkompetisi dan melepas penat. Tantangan selanjutnya adalah mengajak para pecinta golf untuk berani terjun dalam turnamen.

Dia menilai peserta masih minim. Padahal dari segi konsep, BoMer Golf Tournament Series 2022 sangatlah menarik. Sehingga dapat mengasah kemampuan dalam sebuah kompetisi.

“Lebih digencarkan lagi promosinya. Karena lapangan di sini bagus, tidak kalah dengan lapangan di luar daerah lainnya. Bisa dijadikan sebagai tantangan bagi kami,” katanya.

Salah satu peserta dari Jakarta Satria Arif menilai lokasi turnamen memiliki nilai lebih. Karakter lapangan golf di Magelang menurutnya berbeda. Ini dapat menjadi tantangan tersendiri bagi para pecinta golf.

“Harapannya, turnamen ini tidak hanya diselenggarakan di Magelang dan Jogja saja, tapi di daerah lain seperti Semarang, bahkan Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu peserta dari Jogja Disky Wahyu menilai BoMer Golf Tournament ibarat sebuah inovasi. Tak hanya fokus pada kompetisi tapi juga regenerasi. Tujuannya agar potensi-potensi pemain golf muncul ke permukaan.

Kolaborasi juga tersaji dari lokasi penyelenggaraan turnamen. Para pemain akan bisa lebih fokus karena asrinya lapangan Golf. Baik suasana Candi Borobudur maupun pemandangan Gunung Merapi.

“Mudah-mudahan bisa meningkatkan pariwisata, terutama lokal sini,” tandasnya. (cr1/dwi)

#BoMer #Golf #Tournament #Series #Berpotensi #Tingkatkan #PAD #Radar #Jogja