Boyolali tetap PTM terbatas meski vaksinasi anak lampaui target #Boyolali #tetap #PTM #terbatas #meski #vaksinasi #anak #lampaui #target

Boyolali tetap PTM terbatas meski vaksinasi anak lampaui target

Boyolali (ANTARA) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan protokol kesehatan ketat untuk TK, SD, dan SMP, meski vaksinasi anak sudah melampaui target sasaran.

“Pelaksanaan PTM tetap terbatas dengan prokes ketat sehingga Boyolali belum 100 persen,” kata Kepala Disdikbud Boyolali Darmanto usai menghadiri vaksinasi anak usia 6-11 tahun di SD Negeri 1 Sawahan di Boyolali, Rabu.

Pihaknya khawatir jika pelaksanaan PTM 100 persen, ada persepsi masyarakat bahwa situasi telah pulih dari pandemi.

Ia mengatakan PTM dengan prokes ketat intens rangka memberikan edukasi kepada masyarakat.

Baku operasional prosedur (SOP) ketika kelompok siswa intens belajar lebih dari 16 anak harus distop. Kapasitas ruang kelas berukuran 7×7 meter persegi itu, maksimal 16 anak. Kegiatan PTM di Boyolali hingga Rabu ini tidak ada kendala atau masalah.

Pembelajaran tatap muka di Boyolali yang mulai lagi pada 17 Januari 2022 hingga saat ini bersamaan dengan jadwal vaksinasi anak usia 6-11 tahun dosis kedua. 

“Salah satu syarat melaksanakan PTM, setidaknya sudah disuntik vaksin sekali. Alhamdulillah, capaian vaksinasi dosis pertama anak usia 6-11 tahun di Boyolali sudah tinggi di atas 100 persen,” katanya.

Vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Boyolali sudah mencapai 97.499 anak atau 101,9 persen dari total target sasaran 95.713 anak dan dosis kedua 5.066 anak.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinkes Boyolali melakukan tes usap antigen secara acak, baik untuk siswa maupun pengajar, sekitar 10 persen dari jumlah siswa yang PTM. Hingga saat ini tidak ditemukan kasus positif dari lingkungan sekolah.

Kendati demikian, pihaknya terus menekankan disiplin dan konsisten terhadap protokol kesehatan, keselamatan, dan kesehatan peserta didik, pendidik, dan tenaga pendidikan.

“Prioritas kedua sesuai dengan kewenangan mengelola anak-anak masih tumbuh kembang ketika masih membutuhkan pendampingan guru, maka tidak ada pilihan lain. Pilihan terbaik PTM terbatas dengan prokes sehingga tumbuh kembang anak dapat didampingi dan dibimbing oleh guru-guru,” katanya.

Jumlah TK di Boyolali yang melaksanakan PTM terbatas dengan prokes ketat 550 unit, SD 582 unit dan SMP 98 unit yang tersebar di 22 kecamatan di wilayah itu.

#Boyolali #tetap #PTM #terbatas #meski #vaksinasi #anak #lampaui #target