Dua pemuda Asal Klaten, Nekat 30 Kali Bobol Kotak Infak #Dua #pemuda #Asal #Klaten #Nekat #Kali #Bobol #Kotak #Infak

Dua pemuda Asal Klaten, Nekat 30 Kali Bobol Kotak Infak

KLATEN Dua pencuri kontak infak yang beraksi puluhan kali akhirnya ditangkap Satreskrim Polres Klaten. Masing-masing adalah Erlangga Satria Wibawa, 21, warga Gemblegan, Kecamatan Kalikotes dan Arif Prasetyo, 18, warga Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara.

Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Klaten, Iptu Eko Pujiyanto menjelaskan, keduanya ditangkap di rumahnya, Rabu (12/1) lalu. Dari pengakuannya sudah melakukan pencurian 30 kali di seluruh wilayah Klaten.

”Dari jumlah itu hanya ada empat laporan yang masuk ke Polres Klaten. Mereka terakhir melakukan aksinya 11 Januari lalu di Kalikotes,” jelas Eko, Selasa (18/1).

Kedua pelaku juga pernah beraksi di Desa Mlese, Kecamatan Ceper pada 22 Juli 2021 silam. Pencurian itu dilakukan dengan membuka gembok, mencongkel hingga mengambil kotak infak.

Dia mengungkapkan, kerugian dari empat laporan pencurian kotak infak itu sebesar Rp 3.780.000. Pihak Polres Klaten belum menghitung total dari 30 kali aksi yang dilakukan oleh kedua pelaku itu.

Kanit I Satreskrim Polres Klaten Ipada Ardi Nurgraha Putra menjelaskan, keduanya diamankan berdasarkan informasi ciri-ciri pelaku.

”Mendapatkan laporan kejadian pada 11 Januari itu kami langsung olah TKP. Lantas berhasil mengamankan kedua orang pelaku ini. Kami lakukan interogasi dan akhirnya mereka mengakui. Tidak ada rekaman CCTV saat mereka melakukan aksinya,” tambahnya.

Ardi mengungkapkan, sebagai spesialis pelaku pencurian kotak infak, kedua pelaku juga memiliki kunci palsu untuk mendukung aksinya. Total ada 19 buah kunci palsu yang berhasil diamankan pihak kepolisian.

”Meraka ini biasanya juga pura-pura salat. Nanti ketika sudah sepi langsung melakukan pencurian dalam waktu 10 menit untuk yang paling cepat,” ucapnya.

Atas perbuatan kedua pelaku itu, mereka disangkakan dengan Pasal 363 ayat (1) ke 4e dan 5e KUHP. Ada pun ancaman hukuman pidana penjara selama lima tahun.

Sementara itu, salah seorang pelaku Erlangga mengakui sering melakukan aksinya pada siang hari. Mereka membagi peran, ada yang mengawasi kondisi sekitar masjid serta mencuri kotak infak dengan melakukan berbagai modus.

”Paling sedikit yang pernah saya curi sekitar Rp 15.000. Kalau paling besar sekitar Rp 1.600.000. Kadang kita juga melakukan aksinya pada malam hari,” ucap pelaku yang statusnya masih mahasiswa tersebut.

Erlangga mengaku, hasil curian dari kotak infak itu dilakukan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pilihannya untuk mencuri kotak infak karena dianggap lebih mudah. (ren/adi/dam)

#Dua #pemuda #Asal #Klaten #Nekat #Kali #Bobol #Kotak #Infak