Hati-Hati! Beberapa Pola Asuh Keliru Terhadap Anak Wanita #HatiHati #Beberapa #Pola #Asuh #Keliru #Terhadap #Anak #Wanita

Hati-Hati! Beberapa Pola Asuh Keliru Terhadap Anak Wanita

pexels.com

Mendidik seorang anak memang bukan perkara mudah. Orang tua dituntut untuk memberikan edukasi terbaik untuk anak-anak mereka. Tidak hanya mendidik lewat pendidikan formal seperti sekolah dan les, namun juga pendidikan di luar sekolah. Setiap hari anak belajar lewat perilaku orang-orang di sekitarnya terutama orang tua. Maka tidak heran jika ucapan dan ajaran dari orang tua sangat berpengaruh terhadap pola pikir, perilaku, dan karakter seorang anak.

Pola didik dan asuh untuk anak wanita dan pria seringkali dibeda-bedakan. Seringkali, anak wanita sedikit lebih dikekang ketimbang anak pria. Namun, tahukah kamu jika beberapa ajaran orang tua yang mungkin sudah turun-temurun kepada anak perempuannya bisa jadi salah yang mungkin dapat berimbas pada potensinya di masa depan?

 

1. 1. Anak wanita seringkali dibatasi pendapatnya

pexels.com

Beberapa dari kita mungkin masih ingat bagaimana dulu orang tua kita mengajarkan anak perempuanya untuk tidak terlalu vokal, tidak mendebat, dan menurut saja pada orang yang lebih tua maupun lawan jenis. Hal ini, sepertinya mulai tidak berlaku lagi. Ajaran kepada anak wanita agar manut saja ini bisa jadi merusak kepercayaan dirinya.

Jika tadinya jago ngomong, banyak akal, dan komunikatif, namun, karena ajaran untuk manut oleh orang tua inilah yang kemudian bisa merusak potensinya di masa depan. Anak bisa menganggap bahwa mereka tidak pernah dihargai pendapatnya, hal ini juga bisa membuat anak jadi enggan berfikir kritis karena orang tuanya selalu denial.

 



2. 2. Masih ada orang tua yang menganggap pendidikan tidak penting

pexels.com

Di jaman yang serba mudah dan sangat maju ini, ternyata masih ada loh orang tua yang berfikir bahwa pendidikan tinggi itu tidak terlalu penting bagi anak wanita mereka. Hal ini dikarenakan para orang tua masih percaya bahwa setinggi apapun pendidikannya, wanita harus menjalankan kodratnya untuk menjadi seorang ibu tempat tinggal tangga yang baik.

Maka dari itu, orang tua dengan pola pikir seperti ini cenderung mengajarkan anak wanita mereka basic skill seperti memasak, berbenah, dan lainnya. Hal ini tentunya berpotensi besar merusak masa depan mereka dan hak untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

3. 3. Tidak mengajarkan untuk tegas terhadap otoritas tubuhnya

pexels.com

Tahukah kamu jika memaksa anak kecil untuk mencium atau dicium orang lain itu salah satu tindakan tanpa kita sadari melecehkan hak anak itu sendiri? Bagaimana jika kamu yang dipaksa mencium atau dicium? Pasti muncul rasa tidak nyaman. Begitupun anak-anak, terlebih anak wanita. Anak-anakpun punya hak atas dirinya sendiri, termasuk keengganannya untuk disentuh orang lain.

Menjadi tugas dari orang tua juga untuk mengajarkan secara tegas tentang hak dan otoritas tubuh anaknya. Tentu, orang tua harus belajar untuk mulai menghormati tubuh anak mereka sendiri. Kelak, mereka akan jauh lebih menjaga dan mencintai diri mereka sendiri.

4. 4. Membatasi ruang gerak anak wanita terhadap permainan fisik

pexels.com

Melarang anak wanita untuk melakukan permainan dan aktivitas fisik yang identik dengan anak pria juga bisa menghambat potensinya di masa depan. Sudah bukan jamannya melarang anak wanita untuk bermain bola, memanjat, bermain mobil-mobilan, karena dengan membiarkan mereka bermain sesuka mereka, dan sebisa mereka, motorik kasar mereka akan jauh lebih berkembang, dan bisa membantu orang tua menemukan bakat anak wanita mereka di bidang yang berbeda dengan anak wanita kebanyakan.

5. 5. Membatasi ekspresi anak wanita dan memaksanya jadi sosok yang kalem

pexels.com

Membatasi anak wanita untuk berekspresi juga jadi salah satuhal yang bisa menghambat prestasinya di masa depan. Memaksa anak wanita untuk menjadi sosok yang selalu tenang, kalem, anggun, di saat mereka merasa bahwa menjadi girly bukan hal yang mereka inginkan. Bebaskan anak wanita untuk memilih apapun yang ia suka termasuk kebebasan intens berekspresi dan menyalurkan emosinya.

6. 6. Tidak memberikan edukasi seks sejak dini dengan tepat

pexels.com

Masih banyak orang tua yang menganggap edukasi seks adalah hal yang tabu untuk dibicarakan dengan anak kecil terutama anak wanita. Padahal, edukasi seks sejak dini sangat penting untuk melindungi mereka di masa depan. Edukasi seks tidak melulu harus vulgar, namun, bisa dimulai dari yang sederhana, seperti membiasakan mereka menyebut bagian-bagian tubuh yang sensitif dengan nama yang sebenarnya sejak batita. Kemudian, mulai perkenalkan mereka dengan yang lebih mature seiring pertambahan usia.

Memberikan pola asuh yang sesuai dengan teori parenting memang tidak mudah. Kitapun tidak pasti 100% bisa mempraktekkannya. Namun, setidaknya dengan memberikan pola asuh seperti beberapa poin di atas akan jauh lebih membantu kita untuk menjaga potensi anak wanita di masa depan.


#HatiHati #Beberapa #Pola #Asuh #Keliru #Terhadap #Anak #Wanita