Hunian Rusak Terdampak Puting Beliung, Berharap Ada Bantuan Material #Hunian #Rusak #Terdampak #Puting #Beliung #Berharap #Ada #Bantuan #Material

Hunian Rusak Terdampak Puting Beliung, Berharap Ada Bantuan Material

JOMBANG – Angin puting yang melanda sejak awal Januari membuat warga terdampak berharap bantuan material dari Pemkab Jombang. Hal ini untuk melanjutkan upaya  pembersihan di titik kerusakan yang sudah dilakukan warga secara gotong royong. 

Salah satunya diungkapkan Diki Agus Setyawan warga Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan, yang rumahnya terdampak angin puting beliung Senin (17/1). Pembersihan sudah dilakukan, namun untuk perbaikan belum dilakukan sepenuhnya. ”Kalau bisa ada bantuan atau solusi, entah material atau apa. Buat tambahan yang perlu diperbaiki,” katanya Selasa kemarin (18/1).

Sehari usai diterjang angin puting beliung, jelasnya, atap tempat tinggal masih dibiarkan bolong. Bagian intens, hingga ruangan kamar sementara tak memiliki atap. ”Tadi (kemarin, Red) baru bersih-bersih saja,” imbuh dia. Sejauh ini pihaknya masih terkendala material perbaikan.

”Dari kabupaten belum ada, akhirnya hutang dulu. Pokoknya seadanya,” sambung menantu Poniman ini. Karena itulah dia bersama anggota keluarganya mengungsi ke tempat tinggal saudara terdekat. Karena bagian atas rumahnya belum dipasang atap. ”Khawatir kalau hujan ini bingung, nggak ada tempat lagi. Ngungsi ke tetangga yang rumahnya aman,” lanjut Diki.

Terpisah, Kades Karangmojo Suwita mengakui, proses pembersihan sudah dilakukan warga secara gotong royong. Sedikitnya ada dua tempat tinggal mengalami rusak sedang, setelah sebagian atap amblas disapu angin. ”Salah satu ada yang tertimpa pohon,” ujarnya.

Diakui, pemdes bersama warga sementara membantu melakukan pembersihan. Selama keperluan material ditanggung warga terdampak sendiri. ”Sampai saat ini nggak ada bantuan dari pemerintah. Dari BPBD juga nggak ada (bantuan material, Red). Kemarin hanya bantu nebang pohon,” imbuh dia.

Pihaknya juga tidak bisa membantu kebutuhan material. Di desa, nggak ada anggaran khusus untuk bantuan material bencana. “Pemdes tidak bisa berkutik, hanya bisa bantu tenaga. Kalau material ya yang punya tempat tinggal,” sambung Suwita.

Karena itulah dia berharap, ada bantuan material yang diberikan ke warga terdampak. ”Harapannya pemerintah juga ikut tanggap. Paling tidak bantu material. Karena tempat tinggal yang rusak ini, mohon maaf kondisi ekonominya tidak punya,” lanjutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Plandaan Suparno menuturkan, angin puting beliung membuat belasan tempat tinggal di Desa Karangmojo rusak. ”Jadi hanya satu desa, sekitar 17 tempat tinggal rusak ringan, 3 rusak sedang,” katanya.

Dia menyebut, ada tiga tempat tinggal yang mengalami rusak sedang karena bagian atap amblas disapu angin. ”Atap tempat tinggal induk ikut terbawa angin, berasal dari galvalum. Satunya kandang tertimpa pohon mangga,” imbuh dia.

Hingga kini, upaya pembersihan sudah dilakukan warga secara gotong royong. Selama keperluan material perbaikan tempat tinggal, sementara tak ada bantuan yang diberikan. ”Sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada bantuan. Cuma sudah melakukan tindakan gotongroyong bersih-bersih,” sebutnya.

Kondisi sama juga terlihat di Kecamatan Megaluh, yang sebelumnya juga diterjang angin puting beliung. Terdapat 32 tempat tinggal rusak yang menyebar di Desa Sumbersari dan Desa Ngogri. Tak ada bantuan material kepada warga terdampak yang diberikan Pemkab Jombang.

”Selama bantuan material tidak ada. Kalau tidak salah dicukupi desa, baik material atap berupa genting dan asbes. Dari pemkab memberi bantuan sembako dan uang,” jelas Heri Prayitno Camat Megaluh.

Pihaknya tidak mengatahui, apakah OPD teknis yang menangani bencana akan memberikan bantuan material atau tidak. ”Karena tidak sampaikan. Yang jelas, begitu terjadi (angin puting beliung, Red) desa langsung bergerak beli genting dan asbes, BPBD hanya bantu pembersihan atau tenaga saja,” pungkasnya.

#Hunian #Rusak #Terdampak #Puting #Beliung #Berharap #Ada #Bantuan #Material