Ini Kabar terkini pandemi COVID-19 dunia - ANTARA News Sulawesi Tenggara - ANTARA News Kendari, Sulawesi Tenggara #Ini #Kabar #terkini #pandemi #COVID19 #dunia #ANTARA #News #Sulawesi #Tenggara #ANTARA #News #Kendari #Sulawesi #Tenggara

Ini Kabar terkini pandemi COVID-19 dunia – ANTARA News Sulawesi Tenggara – ANTARA News Kendari, Sulawesi Tenggara

Jakarta (ANTARA) – Berikut ini adalah kabar terbaru terkait pandemi COVID-19 dari berbagai belahan dunia.

Asia-Pasifik

* Thailand mempertimbangkan untuk memberikan lagi pengecualian karantina bagi pengunjung yang sudah divaksin, sebagai bagian dari pelonggaran pembatasan yang akan diusulkan akhir pekan ini.

* Kota Tianjin di China melaporkan lebih sedikit kasus infeksi ketika wabah COVID-19 menunjukkan tanda-tanda penurunan. Sementara itu, kasus harian di kota Anyang mencatat rekor tertinggi.

* Tiket Olimpiade Musim Dingin Beijing akan didistribusikan kepada kelompok-kelompok “sasaran” dan tidak akan dijual bebas, kata panitia penyelenggara.

* Polisi Hong Kong mengatakan mereka telah menangkap dan mendakwa dua mantan awak pesawat dengan tuduhan melanggar aturan COVID-19.

* Prefektur Osaka, Jepang, akan mencatat sekitar 6.000 kasus baru pada Selasa, kata kantor berita Kyodo, angka yang jauh melampaui rekor 3.670 kasus pada akhir pekan.

Timur Tengah dan Afrika

* Kementerian Kesehatan Israel mengatakan pihaknya akan mempersingkat masa isolasi wajib bagi mereka yang positif terinfeksi COVID-19 dari tujuh menjadi lima hari.

Amerika

* Kanada menyetujui pengobatan obat minum antivirus buatan Pfizer pada pasien dewasa COVID-19  bergejala ringan hingga sedang.

Eropa

* Polandia kini berada di gelombang kelima pandemi COVID-19, kata menteri kesehatan. Dia memperkirakan negara itu akan mencatat lebih dari 20.000 kasus harian pada Selasa dan mencapai puncak 60.000 kasus pada pertengahan Februari.

* Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengaku dirinya berharap tidak pernah menghadiri acara kumpul-kumpul di kantornya saat lockdown pertama dan memahami kemarahan publik, kata menteri pendidikan.

Perkembangan Medis

* Suntikan dosis ke-4 vaksin COVID-19 memicu tingkat antibodi yang lebih tinggi daripada dosis ke-3, tapi kemungkinan tidak cukup untuk mencegah infeksi Omicron, menurut studi pendahuluan di Israel.

Sumber: Reuters

 

#Ini #Kabar #terkini #pandemi #COVID19 #dunia #ANTARA #News #Sulawesi #Tenggara #ANTARA #News #Kendari #Sulawesi #Tenggara