Inovatif, Bikin Sabun Antiseptik dari Sampah Dapur #Inovatif #Bikin #Sabun #Antiseptik #dari #Sampah #Dapur

Inovatif, Bikin Sabun Antiseptik dari Sampah Dapur

KUDUS – LPPM Universitas Muhammadiyah Suci (UMKU) berhasil melaksanakan pengabdian masyarat di Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Suci. Kegiatan berlangsung sekitar dua pekan tersebut dimulai 3 Januari hingga 18 januari 2022. memakai output kegiatan berupa pelatihan pembuatan sabun antiseptik berbasis eco enzyme.

Narasumber pelatihan pembuatan sabun antiseptik sekaligus tim LPPM UMK Eko Retnowi mengatakan sabun antiseptik berbasis eco enzyme merupakan inovasi dari hasil fermentasi limbah dapur organik. Berupa ampas buah, sayuran, dan limbah dapur lainnya.

“Pemanfaatan limbah dapur tempat tinggal tangga harus kita dorong. Agar masyarakat bisa lebih produktif. Contohnya dengan pembuatan sabun rumahan seperti ini. Selain mengurangi sampah. Pembuatanya juga tidak rumit,” ungkapnya

Selain pelatihan pembuatan sabun antiseptik. LPPM UMKU juga melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai penerapan safty intens keluarga. Beserta juga pencegahan stunting di masa pandemi COVID-19 sebagai rangkaian dari kegiatan pengabdian.

Terpisah, menurut Rektor UMKU Rusniti, Kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dari komitmen UMKU mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi. memakai melaksanakan pengabdian masyarakat. Terutama pada bidang kesehatan.

“Saya kira hal seperti ini juga perlu untuk dilakukan. Terlebih intens kondisi mulai merebaknya varian baru, Omicron. Oleh karenanya ini sangat penting sehingga target luaran program yang terlaksana. Terutama manfaat bagi masyarakat” imbuhnya.

Paham rangkaian kegiatan itu masyarakat tampak terlihat sangat antusias. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah peserta dan interaksi dan diskusi yang berlangsung. (khim)

KUDUS – LPPM Universitas Muhammadiyah Suci (UMKU) berhasil melaksanakan pengabdian masyarat di Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Suci. Kegiatan berlangsung sekitar dua pekan tersebut dimulai 3 Januari hingga 18 januari 2022. memakai output kegiatan berupa pelatihan pembuatan sabun antiseptik berbasis eco enzyme.

Narasumber pelatihan pembuatan sabun antiseptik sekaligus tim LPPM UMK Eko Retnowi mengatakan sabun antiseptik berbasis eco enzyme merupakan inovasi dari hasil fermentasi limbah dapur organik. Berupa ampas buah, sayuran, dan limbah dapur lainnya.

“Pemanfaatan limbah dapur tempat tinggal tangga harus kita dorong. Agar masyarakat bisa lebih produktif. Contohnya dengan pembuatan sabun rumahan seperti ini. Selain mengurangi sampah. Pembuatanya juga tidak rumit,” ungkapnya

Selain pelatihan pembuatan sabun antiseptik. LPPM UMKU juga melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai penerapan safty intens keluarga. Beserta juga pencegahan stunting di masa pandemi COVID-19 sebagai rangkaian dari kegiatan pengabdian.

Terpisah, menurut Rektor UMKU Rusniti, Kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dari komitmen UMKU mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi. memakai melaksanakan pengabdian masyarakat. Terutama pada bidang kesehatan.

“Saya kira hal seperti ini juga perlu untuk dilakukan. Terlebih intens kondisi mulai merebaknya varian baru, Omicron. Oleh karenanya ini sangat penting sehingga target luaran program yang terlaksana. Terutama manfaat bagi masyarakat” imbuhnya.

Paham rangkaian kegiatan itu masyarakat tampak terlihat sangat antusias. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah peserta dan interaksi dan diskusi yang berlangsung. (khim)

#Inovatif #Bikin #Sabun #Antiseptik #dari #Sampah #Dapur