Jalan Penghubung Jebol, Warga Desa Gandon dan Gandulan Harus Memutar #Jalan #Penghubung #Jebol #Warga #Desa #Gandon #dan #Gandulan #Harus #Memutar

Jalan Penghubung Jebol, Warga Desa Gandon dan Gandulan Harus Memutar

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Jalan penghubung Dusun Mblondang, Desa Gandon dengan Desa Gandulan, Kecamatan Kaloran, Selasa (18/1/2022) siang jebol. Akibatnnya, aktivitas warga terganggu lantaran akses penghubung dua desa tersebut terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan.

Bahkan, warga Dusun Mblondang terpaksa memutar lebih jauh jika hendak pergi ke Temanggung. Lantaran jalan penghubung yang jebol ini, merupakan akses utama untuk keluar dari dusunnya. Diduga, jebolnya jembatan ini karena kelalaian proyek pembangunan saluran irigasi tepat di sisi jalan.

Salah seorang warga Ardy Septian berharap pihak pelaksana proyek segera melakukan perbaikan agar warga tidak perlu memutar jauh jika hendak ke luar dusun. Ardy mengatakan, jika hendak menuju Temanggung. Kini ia harus memutar lewat Desa Kaloran dengan jarak tempuh 2,5 kilometer atau 10 menit lebih lama. Atau bisa juga memutar lewat jalan tembus Kranggan dengan jarak tempuh 5 kilometer.

“Semoga dari pihak proyek segera melakukan perbaikan, karena kalau memutar kan jadi lebih lama mas, kalau mau kerja bisa telat,” ujarnya, Rabu (19/1/2022).

Di tempat yang sama, Camat Kaloran Muhammad Ja’far mengatakan, jebolnya jalan penghubung ini masih menjadi tanggung jawab pihak kontraktor. Pihaknya juga saat ini juga sedang menjalin komunikasi dengan pihak pelaksana terkait pembangunan jalan yang baru. “Dari pihak kontraktor Insya Allah siap memperbaiki lagi,” katanya.

Ja’far juga menyoroti pihak kontraktor yang belum menyampaikan surat ijin resmi kepada pihak kecamatan dala mengerjakan proyek irigasi ini. “Kami juga kaget tahu-tahu sudah ada alat-alat berat di sini. Karena kami belum menerima surat resmi apapun terkait kegiatan ini. Katanya pengerjaannya sudah dari sebulan yang lalu. Padahal kita juga perlu untuk koordinasi dan komunikasi sejauh mana proyek ini dilaksanakan,” imbuhnya.

Ja’far mengaku, pihaknya akan mengawal pertanggungjawaban dari pihak kontraktor untuk membangu ulang jalan ini.

Sementara Kuat Rahyono, pihak pelaksana proyek dari PT Asti Wijaya mengatakan, peristiwa ambrolnya jalan ini murni karena kondisi jalan yang memang sudah dimakan usia disamping kondisi tanah di sekitar jalan yang sudah tidak stabil karena bersingunggan langsung dengan proyek. Menurutnya, kondisi jalan ini memang tinggal menunggu waktu saja untuk jebol.

“Kebetulan juga saat kejadian itu hujan deras, pada dasarnya jalan ini memang mau kita runtuhkan untuk dilakukan perbaikan kembali karena juga masuk intens proyek. Cuma kan kita sedikit demi sedikit, tapi sebelum ini dibongkar malah sudah runtuh duluan,” akunya.

Disinggung terkait perbaikan jalan, ia mengatakan baru bisa melakukan pembangunan ulang setelah satu atau dua bulan ke depan. Sementra saat ini pihaknya menyampaikan permohonan maaf bagi warga yang hendak menuju kota harus memutar lebih jauh.

“Kita menunggu dulu intruksi dari kantor nanti prosesnya gimana, ini mungkin (pembangunan ulang) satu dua bulan lagi baru bisa karena yang jelas kita ndak bisa buru-buru,” tandasnya. (nan/bas)

#Jalan #Penghubung #Jebol #Warga #Desa #Gandon #dan #Gandulan #Harus #Memutar