Jalur Evakuasi Merapi Bakal Digarap April, Dibiayai DAK dan APBD #Jalur #Evakuasi #Merapi #Bakal #Digarap #April #Dibiayai #DAK #dan #APBD

Jalur Evakuasi Merapi Bakal Digarap April, Dibiayai DAK dan APBD

KLATEN – Warga yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi, tepatnya di Kecamatan Kemalang sebentar lagi bakal semringah. Setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Klaten akan memperbaiki jalur evakuasi, April mendatang. Bersamaan dengan 13 proyek peningkatan jalan di Kota Bersinar.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPU-PR Klaten Suryanto mengaku sudah memaparkan lima kegiatan peningkatan jalan, tahun ini. Ada yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) hingga APBD Klaten.

Kelima proyek peningkatan jalan yang akan dilakukan, meliputi ruas Jalan Ir Soekarno, lingkar Kepanjen Delanggu, dan ruas Pakisan-Nanggulan. Termassuk ruas ruas Panggang-Balerante dan Pasar Kembang-Jatirajek di lereng Merapi.

“Kemungkinan akhir bulan ini dokumen kami kirimkan ke Bagian Layanan Pengadaan (BLP). Tinggal menunggu proses pengadaan di BLP. Kalau pengadaan lancar-lancar saja, kemungkinan April sudah dimulai,” terang Suryanto, kemarin (23/1).

Terkait proyek peningkatan jalan lainnya, Suryanto mengaku segera menyusul untuk diajukan ke proses lelang. Termasuk peningkatan ruas jalan kabupaten di Desa Sidorejo. Dialokasikan anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk betonisasi jalan sepanjang 1,5 km.

Peningkatan jalan tahun ini, mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya. Pada 2021 hanya ada dua kegiatan peningkatan jalan. Sementara tahun ini mencapai 13 proyek dan dua jembatan yang tersebar di berbagai kecamatan.

Total, anggaran peningkatan dan perbaikan jalan tahun ini mencapai Rp 109 miliar. Bersumber dari DAK, Bantuan Keuangan (Bankue) Provinsi Jawa Tengah, dan APBD Klaten. Disinggung proyek penambalan, Suryanto mengaku rutin dilakukan dengan menyisir ruas jalan yang rusak ringan. “Penambalan kami lakukan setiap hari sepanjang tahun,” bebernya.

Terkait aksi warga yang memberikan tanda berupa gambar pada jalan rusak, Suryanto tidak mempermasalahkan. Menurutnya, tanda tersebut diberikan agar pengendara lebih berhati-hati dan bisa menghindari jalan rusak. “Itu juga bentuk teguran halus agar segera memperbaiki diperbaiki,” timpalnya.

Terkait jalan rusak, Suryanto mengaku warga bisa melapor ke DPU-PR. Selama kerusakan bersifat ringan dan bisa ditangani dengan penambalan, akan direspons cepat. Tetapi jika kerusakannya berat, harus melalui mekanisme lelang.

Sementara itu, awal tahun lalu Bupati Klaten Sri Mulyani sempat mengecek kerusakan jalur evakuasi di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang. “Ya butuh penanganan. Kami juga membutuhkan kerja sama masyarakat untuk pengendalian truk galian C yang lewat situ. Kan jalur evakuasi tidak boleh untuk lewat truk-truk tambang. Pemerintah akan selalu hadir dan masyarakat membantu kami dalam pengendalian truk galian C,” tegasnya. (ren/fer/dam)

#Jalur #Evakuasi #Merapi #Bakal #Digarap #April #Dibiayai #DAK #dan #APBD