Kami Ingin Hadirkan Good dan Clean Goverment! #Kami #Ingin #Hadirkan #Good #dan #Clean #Goverment

Kami Ingin Hadirkan Good dan Clean Goverment!

Suara.com – Dosen UNJ Ubedillah Badrun menegaskan bahwa motif utamanya melaporkan dua putra Presiden Joko Widodo yakni Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep ke KPK terkait dugaan kasus korupsi semata-mata untuk melihat pemerintahan yang bersih dan berjalan baik. 

“Bahwa saya ingin mengatakan bahwa motif utama dari langkah-langkah ke KPK itu adalah kita ingin menghadirkan good goverment,” kata Ubedillah intens diskusi bertajuk ’98 Bersatu: Lawan Korupsi, Kawal Reformasi’, Rabu (19/1/2022). 

Selain itu, Ubedillah juga menegaskan, dirinya juga ingin memastikan cita-cita reformasi berjalan sebagaimana mestinya. Di mana, nilai-nilai demokrasi berjalan sehat dan korupsi hilang. 

“Kami ingin menghadirkan clean goverment kita juga ingin memastikan cita-cita reformasi betul-betul berjalan dengan baik. Kami ingin negara ini menjadi negara maju, di mana demokrasinya sehat dan korupsinya makin terkikis itu motif utama,” ungkapnya. 

Baca Juga:
Ubedilah Dipolisikan Relawan Jokowi usai Laporkan Gibran-Kaesang ke KPK, LPSK: Pelapor Tak Dapat Dituntut Secara Hukum

Lebih lanjut, Ubedillah menegaskan, dirinya melakukan upaya hukum ke KPK bukan tanpa dasar. Ia mengaku punya cukup bukti dan data intens laporannya tersebut. 

“Mengenai apakah ada bukti-bukti apakah ada data-data saya meyakinkan kita punya data valid yang dibawa ke KPK. Nanti urusan prosesnya silakan KPK,” tandasnya. 

Dituduh Kepentingan Politis 

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto soroti rekam jejak Dosen UNJ Ubedillah Badrun soal pergerakannya yang diduga terlibat dengan partai politik tertentu. 

Hal itu disampaikan menanggapi upaya hukum yang dilakukan Ubedillah terhadap dua Presiden Joko Widodo yakni Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep ke KPK soal dugaan korupsi. 

Baca Juga:
Ubedillah Badrun Dituduh Terlibat memakai Parpol, Rocky Gerung: Akui Saja Diasuh PKS dan Demokrat

Hasto awalnya menyampaikan, PDIP melalui DPC Kota Surakarta sudah menjalin komunikasi dengan Gibran soal adanya laporan yang dibuat Ubedillah. Gibran sendiri disebut telah melakukan bantahan. 

“Ya komunikasi dilakukan terutama di DPC PDIP di kota surakarta dan klarifikasi langsung yang dilakukan oleh mas Gibran,” kata Hasto ditemui di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Senin (17/1/2022). 

Hasto mengatakan, bantahan yang disampaikan Gibran dianggap sebagai hal yang positif. Upaya hukum yang dilakukan Ubedillah dinilai sarat akan kepentingan politis. 

“Menurut saya ya hal yang positif langsung meredam berbagai upaya yang menggunakan hukum ssbagai alat kendaraan politik dengan motif-motif tertentu,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Hasto kemudian menyoroti rekam jejak Ubedillah terutama di sosial media. Menurutnya, Ubedillah punya keterlibatan tertentu dengan partai politik. 

“Beserta kita melihat kami sendiri melihat bagaiamana rekam jejak saudara Ubedillah tersebut intens termasuk intens oergerakan di sosmed yang mengungkapkan keterlibatannya dengan partai politik tertentu,” tandasnya.

#Kami #Ingin #Hadirkan #Good #dan #Clean #Goverment