Keistimewaan Jabbal Qasiyun, Ketika Kiamat Terjadi Hanya Gunung Ini yang Bertahan #Keistimewaan #Jabbal #Qasiyun #Ketika #Kiamat #Terjadi #Hanya #Gunung #Ini #yang #Bertahan

Keistimewaan Jabbal Qasiyun, Ketika Kiamat Terjadi Hanya Gunung Ini yang Bertahan

loading…

Jabbal Qasiyun atau Gunung Qasiyun di Damaskus, Suriah, diyakini banyak keistimewaannya. Ada yang mengatakan tatkala terjadi gempa bumi dahsyat pada Hari Kebangkitan, yang akan menghancurkan semua gunung dan melemparkannya seperti kapas, tidak akan menyentuh Jabbal Qasiyun.

Pernyataan itu disampaikan Sheikh Nazim Al-Haqqani al-Qubrusi intens video yang dipublikasikan laman Saltamat. Soal Apa saja keutamaan Jabbal Qasiyun, dia bilang bahkan jika dia berbicara selama 40 hari, dia tetap tidak akan bisa menyelesaikan penjelasannya tentang keutamaan gunung itu.

“Ini adalah gunung yang mulia, dan cahaya (nur) jatuh di atasnya terus-menerus. Pada malam yang gelap, orang dapat melihat gunung bersinar dan bersinar,” ujarnya sebagaimana dikutip sufipathoflove.com.

Baca juga: Gunung Qasiun: Makam Para Nabi dan Tempat Qabil Membunuh Habil

Menurut dia, Allah SWT telah mengutus 124.000 Nabi. Makam 1000 dari mereka ditemukan di seluruh dunia, tetapi tubuh suci dari 123.000 nabi yang tersisa ada di intens Gunung Qasiyun.

Di masa lalu, orang-orang saleh biasa berjalan tanpa alas kaki di sana sebagai tanda penghormatan. Makam Ibn Arabi juga ada di sana, itu adalah makam yang diberkati.

Menurut Sheikh Nazim, Hari Pengadilan akan terjadi di Syam, dan gunung ini tidak akan dipindahkan dari tempatnya; sebaliknya, sebuah manifestasi akan jatuh di atas gunung ini, dan itu akan dipindahkan ke Firdaus tanpa disentuh.

Sheikh Nazim Al-Haqqani al-Qubrusi melanjutkan barang siapa yang memiliki tempat tinggal di atas gunung itu atau jika kuburannya terletak di sana, maka ia akan masuk surga tanpa dipertanyakan. “Itu adalah gunung yang sangat mulia,” ujarnya lagi.

Baca juga: Nabi Adam dan Iblis Tinggal di Surga yang Sama?

Sheikh Nazim Al-Haqqani al-Qubrusi lahir di Larnaca, Siprus pada 23 April 1922, Dari sisi ayah, beliau adalah keturunan Syeikh Abdul Qadir al-Jilani, pendiri Thariqat Qadiriah. Dari sisi ibunya, beliau adalah keturunan Maulana Jalaluddin Rumi, pendiri Thariqat Mawlawiyyah.

#Keistimewaan #Jabbal #Qasiyun #Ketika #Kiamat #Terjadi #Hanya #Gunung #Ini #yang #Bertahan