Ketum Pandawa Nusantara Minta Mahasiswa Tetap Kritis #Ketum #Pandawa #Nusantara #Minta #Mahasiswa #Tetap #Kritis

Ketum Pandawa Nusantara Minta Mahasiswa Tetap Kritis

RM.id  Rakyat Merdeka – Mahasiswa diminta untuk tetap memiliki jati diri dan karakter yang kritis jika melihat suatu permasalahan yang sedang dihadapi Bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Persaudaraan Aktivis dan Warga (Pandawa) Nusantara, Maman Abdurrahman, dalam webinar nasional bertema “Outlook Indonesia 2022: Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Demokrasi yang Bermartabat” yang digelar di Jakarta, Kamis (20/1).

Berita Terkait : Gaet Danareksa, Waskita Karya Jual Aset Properti

“Saya pesan kepada adek-adek mahasiswa tetap menjaga independensi, tetap kritis. Meskipun sekarang ini saya sudah di gedung DPR, tetap jaga sifat karakter kritis kalian,” ungkapnya.

Namun demikian, Maman juga meminta, agar para mahasiswa menyampaikan kritiknya secara elegan dan bermartabat, layaknya intelektual ‘Agent of Change’.

Berita Terkait : Kunjungi Toraja Utara, Mentan Ajak Maksimalkan Lahan Pertanian

“Sampaikan sikap kritis tersebut dengan santun, tetap jaga kesopanan dan jangan arogan. Kalau memang di depan kalian ada sekiranya masalah yang tidak sesuai, kritiklah dengan elegan dan berwibawa,” ujarnya.

Maman pun akan selalu mendukung para mahasiswa untuk tetap memiliki sifat dan karakter kritis. “Yang tidak boleh itu menyampaikan kritik dengan cara-cara yang arogan dan tidak sopan, seperti menganggap orang yang ada di depan kalian itu lemah dan rendah,” katanya.

Berita Terkait : Gandeng BNI, Surge Patok 5 Juta Mitra UMKM Bisa Akses KUR

Di samping itu, Maman juga menilai, bahwa gerakan mahasiswa saat ini masih ada. Hanya saja, menurut Maman, berubah pola gerakannya.

“Saya kira gerakan mahasiswa saat ini tidak mati suri, tapi hanya mencari pola baru dalam gerakannya. Pascapandemi covid-19 ini memang semua hal berubah, termasuk gerakan mahasiswa,” ungkap Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar itu. [DIT]

#Ketum #Pandawa #Nusantara #Minta #Mahasiswa #Tetap #Kritis