Maling Beras Melenggang Bebas #Maling #Beras #Melenggang #Bebas

Maling Beras Melenggang Bebas

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tak semua aksi pencurian berujung penjara. Seperti yang diterima Pendi Wijayanto, 36, maling beras di sebuah toko di Dusun Tugu, Desa Jolotundo, Kecamatan Jetis, setelah tertangkap Jumat malam (14/1). Warga Kelurahan Banjarsugihan, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, itu dilepas polisi lantaran korban legawa memberi maaf.

Kasus pecurian ini diselesaikan lewat proses restorative justice (RJ) atau keadilan restoratif. Mulanya, Pendi nekat mencuri satu karung beras 25 kilogram di toko milik Heru. Aksinya sekitar pukul 18.00 ini diketahui Dedy Setiawan, putra Heru, saat memantau CCTV toko.

Melihat aksi pelaku, Dedy langsung mengejarnya. Saat itu, pelaku sudah memasukkan satu karung beras seharga Rp 230 ribu itu ke keranjang sepeda angin yang ditungganginya di seberang jalan. Belum sempat kabur, Pendi sudah tepergok. Ia lalu dibawa masuk ke toko untuk diinterogasi. ’’Pelapor menghubungi kami dan pelaku berikut barang bukti dibawa ke polsek untuk dilakukan proses penyidikan,’’ jelas Kapolsek Jetis Kompol Sogeng Prajitno.

Penyidikan berlangsung di Mapolsek Jetis. Soegeng menyebut, pelaku diduga memiliki gangguan mental. Dalam penyidikan diketahui, ia datang ke lokasi dengan mengayuh sepeda ontel jauh-jauh dari Surabaya. Pelaku tidak dalam kondisi waras saat melakukan aksinya. Saat itu, keluarga pelaku dipanggil untuk datang ke Mapolsek Jetis. Ide mediasi pun muncul mengingat kondisi pelaku. ’’Koyoke gak jangkep (tidak waras). Keluarga dan kepala desa semua dipanggil. Akhirnya kami RJ karena korban tidak mempermasalahkan da kasihan juga,’’ jelasnya.

Proses hukum pelaku dihentikan. Ia lepas dari jeratan hukum setelah kedua belah pihak, pelaku dan korban menyepakati untuk menyelesaikan kasus tersebut secara damai. ’’Proses RJ ini kami lakukan sesuai SOP. Satu jalan kita bebaskan dan semua menyepakati,’’ terang Soegeng. (adi/abi)

#Maling #Beras #Melenggang #Bebas