Operasi Pasar Minyak Goreng Hanya Menyasar Mejayan #Operasi #Pasar #Minyak #Goreng #Hanya #Menyasar #Mejayan

Operasi Pasar Minyak Goreng Hanya Menyasar Mejayan

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) dan pemilik warung di Kecamatan Mejayan sedang mujur. Mereka bisa mendapatkan minyak goreng (migor) dengan harga normal. Komoditas tersebut diperoleh di operasi pasar Pemprov Jatim lewat Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun kemarin (18/1). ‘’Alhamdulillah, dapat dua liter,’’ kata Endang, seorang pedagang.

Warga yang menyerbu operasi pasar di belakang kantor disperdakop itu sejatinya semua memakai masker. Namun, desak-desakan tak terhindarkan demi mendapatkan komoditas yang harganya di pasaran sedang meroket itu. ‘’Sangat membantu, karena harga di pasar Rp 20 ribu per liter,’’ ujar Endang.

Sekretaris Disperdakop-UM Kabupaten Madiun Agus Suyudi mengatakan, operasi pasar dari provinsi itu hanya menyediakan minyak goreng. Pun, difokuskan bagi PKL dan pemilik warung di Kecamatan Mejayan. ‘’Migor yang kami jual di sini Rp 14 ribu per liter, harga patokan dari provinsi,’’ ungkapnya.

Operasi pasar itu menyediakan 1.500 liter migor. PKL dan pemilik warung yang membeli dijatah masing-masing dua liter. Dengan kata lain, ada 750 kepala keluarga (KK) penerima migor hemat Rp 6.000 ketimbang harga di pasaran itu. ‘’Kebijakan pemkab mendistribusikan ke PKL dan pemilik warung karena mereka tiap hari berjualan. Mereka mengeluhkan harga migor yang mahal,’’ jelas Agus.

Lantas, bagaimana dengan PKL dan pemilik warung di 14 kecamatan selain Mejayan? Agus tidak dapat memastikan ada-tidaknya operasi pasar di belasan wilayah itu. ‘’Kami sudah berkirim surat ke distributor dan sudah dijanjikan. Tapi, jadwal belum pasti,’’ ujar Agus. ‘’Kemungkinan kegiatan pasar murah dari kami (pemkab, Red) tahun ini akan diarahkan ke migor juga,’’ imbuhnya. (den/c1/isd/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) dan pemilik warung di Kecamatan Mejayan sedang mujur. Mereka bisa mendapatkan minyak goreng (migor) dengan harga normal. Komoditas tersebut diperoleh di operasi pasar Pemprov Jatim lewat Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun kemarin (18/1). ‘’Alhamdulillah, dapat dua liter,’’ kata Endang, seorang pedagang.

Warga yang menyerbu operasi pasar di belakang kantor disperdakop itu sejatinya semua memakai masker. Namun, desak-desakan tak terhindarkan demi mendapatkan komoditas yang harganya di pasaran sedang meroket itu. ‘’Sangat membantu, karena harga di pasar Rp 20 ribu per liter,’’ ujar Endang.

Sekretaris Disperdakop-UM Kabupaten Madiun Agus Suyudi mengatakan, operasi pasar dari provinsi itu hanya menyediakan minyak goreng. Pun, difokuskan bagi PKL dan pemilik warung di Kecamatan Mejayan. ‘’Migor yang kami jual di sini Rp 14 ribu per liter, harga patokan dari provinsi,’’ ungkapnya.

Operasi pasar itu menyediakan 1.500 liter migor. PKL dan pemilik warung yang membeli dijatah masing-masing dua liter. Dengan kata lain, ada 750 kepala keluarga (KK) penerima migor hemat Rp 6.000 ketimbang harga di pasaran itu. ‘’Kebijakan pemkab mendistribusikan ke PKL dan pemilik warung karena mereka tiap hari berjualan. Mereka mengeluhkan harga migor yang mahal,’’ jelas Agus.

Lantas, bagaimana dengan PKL dan pemilik warung di 14 kecamatan selain Mejayan? Agus tidak dapat memastikan ada-tidaknya operasi pasar di belasan wilayah itu. ‘’Kami sudah berkirim surat ke distributor dan sudah dijanjikan. Tapi, jadwal belum pasti,’’ ujar Agus. ‘’Kemungkinan kegiatan pasar murah dari kami (pemkab, Red) tahun ini akan diarahkan ke migor juga,’’ imbuhnya. (den/c1/isd/her)

#Operasi #Pasar #Minyak #Goreng #Hanya #Menyasar #Mejayan