Pembelajaran Kimia Indikator Asam Basa Berbasis Bahan Alami #Pembelajaran #Kimia #Indikator #Asam #Basa #Berbasis #Bahan #Alami

Pembelajaran Kimia Indikator Asam Basa Berbasis Bahan Alami

RADARSEMARANG.ID, Ilmu Kimia merupakan salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang mempelajari tentang sifat-sifat zat, struktur zat, susunan/komposisi zat, perubahan zat, dan energi yang menyertai perubahan zat. Dengan demikian objek yang dibahas dalam ilmu kimia adalah zat atau materi.

Pada proses pembelajaran kimia yang diberikan, akan melibatkan cara berpikir (kognitif), terampil dalam praktikum (psikomotor), dan berperilaku (afektif). Masalah yang sering dijumpai dalam proses pembelajaran kimia yaitu pada setiap proses pembelajaran kimia yang melibatkan keterampilan (psikomotor) terkendala oleh sarana praktikum.

Untuk itu salah satu alternatif yang dapat dilakukan dengan menggunakan praktikum berbasis bahan alam sehingga dapat mempermudah dalam melakukan kegiatan praktikum
Praktikum berbasis bahan alam merupakan percobaan langsung dan sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan yang dapat ditemukan dengan mudah di alam sekitar lingkungan sekolah dengan harga yang terjangkau.

Untuk memanfaatan lingkungan sebagai sarana praktikum dan bahan praktikum dibutuhkan kemampuan guru dalam mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah dan dalam mengembangkan metode pembelajaran, di mana guru mampu melihat lingkungan sebagai inspirasi yang diamati dan dapat dibawa ke ruang kelas.

Seperti pada materi Indikator Asam Basa di kelas XI semester 2, kita bisa memanfatkan bahan alam sebagai sarana praktikum. Asam dan basa merupakan dua golongan zat kimia yang sangat penting. Asam mempunyai sifat rasanya masam,dapat merusak permukaan logam juga lantai marmer atau biasa disebut korosif.

Kata asam berasal dari kata latin yakni acetum yang berarti cuka. Terdapat banyak zat-zat bersifat asam sperti asam klorida dalam pencernaan di lambung, asam asetat sebagai asam penyusun dalam cuka, asam karbonat yang memberikan rasa segar dalam minuman berkarbonat, dan asam sitrat yang dikandung dalam berbagai jeruk sifat asam adalah rasanya masam.

Kita juga mengenal berbagai zat yang kita golongkan sebaga basa. Misalnya kapur sirih, kaustik soda, air sabun, serta air abu. Kata basa (alkali) berasal dari bahasa arab alqali yang berarti abu karena memiliki sifat basa adalah dapat melarutkan lemak, itulah sebabnya (abu gosok) digunakan untuk mencuci piring,bersifat kaustik.

Indikator asam basa adalah suatu zat yang memberikan warna berbeda pada larutan asam dan larutan basa (Fessenden & Fessenden, 1999). Dengan adanya perbedaan warna tersebut, indikator dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa. Kita bisa memanfaatkan bahan-bahan yang ada disekitar kita sebagai indikator alami.

Indikator alami itu adalah indikator yang dibuat menggunakan ekstrak tumbuhan-tumbuhan seperti bunga, umbi, kulit buah, juga daun-daun berwarna. Seperti kunyit, kubis merah, kubis ungu, bunga sepatu, bunga mawar, bayam merah. Pada indikator alami, perubahan warna indikator bergantung pada warna jenis tanamannya.

Misalnya kembang sepatu merah di dalam larutan asam akan berwarna merah dan di dalam larutan basa akan berwarna hijau, kol ungu di dalam larutan asam akan berwarna merah keunguan dan di dalam larutan basa akan berwarna hijau.

Dengan menggunakan indikator ini, kita bisa menentukan suatu larutan bersifat asam, basa, atau netral. Alat yang disiapkan cobek dan penumbuknya untuk membuat ekstrak, gelas plastik bekas sebagai tempat larutan. Sedang bahan yang digunakan adalah air, tumbuh-tumbuhan yang akan diambil ekstraknya (misal : kunyit, kembang sepatu,dll), larutan cuka, air sabun,dan beberapa larutan yang akan diidentifikasi sifat keasamannya.

Ekstrak tumbuhan dapat dibuat dengan menumbuk tumbuhan atau bunga dan ditambah sedikit air. Cara mengidentifikasi sifat asam atau basa suatu larutan dengan meneteskan ekstrak tumbuhan atau bunga ke dalam larutan yang diidentifikasi dan mengamati perubahan warna ekstrak indikator dalam larutan.

Dengan demikian untuk mengatasi kondisi sarana prasarana yang cenderung terbatas ini kita dapat menyikapinya dengan bijak dengan memanfaatkan bahan alami di lingkungan dalam pembelajaran. Di sini kreativitas dan peran aktif guru memang sangat diharapkan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. (p8.2/lis)

Guru Kimiah SMA Negeri 8 Purworejo

#Pembelajaran #Kimia #Indikator #Asam #Basa #Berbasis #Bahan #Alami