Peningkatan Kapasitas Istri Kepala Daerah, Medsos mesti Jadi Perhatian #Peningkatan #Kapasitas #Istri #Kepala #Daerah #Medsos #mesti #Jadi #Perhatian

Peningkatan Kapasitas Istri Kepala Daerah, Medsos mesti Jadi Perhatian

Anggota DPR RI asal Sumatera Barat II Nevi Zuairina pada kesempatan seminar “Women Leadership Lembaga” batch 3 yang diselenggarakan Badan Pembinaan Kepala Daerah menyampaikan peran penting pendamping kepala daerah untuk menorehkan amal dan prestasi terbaik intens berbagai ruang publik.

Nevi mengatakan, saat ini, semakin banyak kader yang tampil dan dipercaya masyarakat sebagai pimpinan daerah dan anggota legislatif (aleg) serta pejabat publik lainnya. Hal ini menjadi semakin menguatkan alasan PKS untuk memastikan bahwa kader yang menjabat kepala daerah dan anggota legislatif daerah dapat menjalankan amanah sebaik-baiknya dan berkhidmat untuk rakyat.

“Istri kepala daerah dan istri aleg daerah perlu mendapatkan pembinaan agar dapat mendampingi suami mengemban tugas, tanpa mengabaikan kewajibannya sebagai ibu tempat tinggal tangga. Oleh karena itu, program pembinaan agar peran kader wanita PKS bukan sekadar mendampingi tugas suami, namun juga dapat menorehkan amal dan prestasi terbaiknya intens berbagai ruang publik yang mereka geluti,” pesan Nevi yang pernah menjadi istri kepala daerah saat suaminya Irwan Prayitno menjabat Gubernur Sumbar dua periode.

Legislator pusat asal Sumatera Barat II ini menjelaskan, bahwa era reformasi saat ini adalah era keterbukaan yang menuntut transparansi dan akuntabilitas. Bahkan perkembangan teknologi digital, di mana media sosial (medsos) sangat cepat menyebarkan informasi, tentu harus juga menjadi perhatian.

Kondisi tersebut, membuat masyarakat semakin memiliki keberanian untuk menilai, mempertanyakan, atau mengkritik tokoh publik. Termasuk menyampaikan aspirasi yang berharap mendapat pembelaan dan advokasi dari pejabat publik yang memiliki sumber daya memadai.

Sebagai istri tokoh masyarakat, diharapkan dapat memainkan sejumlah peran yang sinergi dengan amanah suami. Menurutnya, kehadiran kepala daerah asal PKS menjadi pertaruhan, menggantungkan harapan kebaikan, dan ajang penilaian masyarakat terhadap kinerja PKS sebagai salah satu parpol di Indonesia.

“Istri kepala daerah dan istri alegda harus memiliki kesadaran bahwa atribut sosial sebagai istri pejabat publik asal PKS berimplikasi pada beberapa kedudukan penting, antara lain sebagai etalase dakwah, basis penokohan, media perluasan jaringan kerja, sarana penetrasi nilai kebaikan, dan estafeta kepemimpinan,” jelasnya.

Politisi PKS ini menambahkan, peran sosial masyarakat istri kepala daerah dan pejabat daerah sangat signifikan di masyarakat untuk mengisi berbagai perubahan yang terjadi.

Peran ini berangkat dari respons istri terhadap permasalahan di sekitarnya, baik berupa masalah malnutrisi (kesehatan), putus sekolah (pendidikan), kekerasan (hukum), dan masalah lainnya yang muncul ditengah masyarakat.

Namun sekali lagi perlu ditegaskan juga, bahwa di saat para istri menjalankan peran sebagai tokoh publik dengan berbagai amanahnya, tentu jangan sampai melupakan kewajiban sebagai seorang istri dan ibu dari anak-anaknya. Sehingga kehidupan di tempat tinggal tangga tetap berjalan baik.

“Semoga berdampak manfaat signifikan untuk perkembangan dan kemajuan dakwah ke depan, serta berkontribusi aktif intens mewujudkan cita-cita bangsa dan negara,” kata Nevi Zuairina.(rel/idr)

#Peningkatan #Kapasitas #Istri #Kepala #Daerah #Medsos #mesti #Jadi #Perhatian