Pesimistis Turun di Ajang Porprov #Pesimistis #Turun #Ajang #Porprov

Pesimistis Turun di Ajang Porprov

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Keinginan tim sepak bola Kota Mojokerto turun di Porprov Juli nanti belum bisa dipastikan. KONI Kota Mojokerto sebagai induk cabor masih harus mempertimbangkan nasib tim asuhan Komariyono lebih dulu lewat uji kelayakan.

Kebijakan tes kompetensi ini untuk menilai apakah tim atau atlet yang disiapkan layak bersaing merebut medali atau tidak. Padahal, Askot PSSI Mojokerto sudah menyiapkan tim jauh hari, terhitung sejak pertengahan tahun 2021 lalu. Bahkan proses latihan saat ini terus berjalan di lapangan Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon.

Termasuk turut serta dalam program latihan tim Persem yang berlaga di Liga 3 musim 2021 November kemarin. Sebanyak 25 pemain juga kian intens mengembangkan performanya meski tanpa ada kejelasan nasib mereka di ajang olahraga multievent level provinsi tersebut.

’’Hasil rapat dengan KONI kemarin (Rabu, Red) memang semua cabor yang sudah bersiap menyambut Porprov belum bisa dipastikan turun, harus diuji dulu kelayakannya. Nanti yang menguji dan menilai tim khusus dari KONI sendiri. Kami sendiri juga masih menunggu uji kelayakan tersebut,’’ ujar Ketua Umum Askot PSSI Mojokerto, Joko Rustianto kemarin.

Atas kebijakan tersebut, Ook, sapaan akrabnya mengaku tak bisa berkutik. Pihaknya hanya bisa pasrah menerima semua keputusan terbaik yang diambil KONI. Termasuk jika nantinya sepak bola dianggap kurang layak bersaing sehingga tidak diturunkan di praporprov maupun Porprov. Penerimaan tersebut tak lepas dari penyesuaian anggaran KONI untuk persiapan Porprov. Di mana, KONI lebih memprioritaskan cabor atau atlet yang dianggap mampu menjamin perolehan medali.

Khususnya cabor perorangan yang memiliki kebutuhan anggaran lebih sedikit ketimbang cabor beregu. Sehingga alokasi anggaran senilai Rp 1 miliar khusus untuk Porprov dibilang efektif sesuai dengan target perolehan medali yang dibebankan. ’’Ya memang harus diakui cabor perorangan saat ini mulai muncul atlet dengan prestasi potensial hingga di level nasional. Apapun itu, kami hargai dan apresiasi apapun keputusan KONI nantinya,’’ ujar Ook dengan lugas.

Meski demikian, Ook tak serta pasrah begitu saja atas kebijakan yang ditetapkan. Pihaknya tetap meneruskan proses training center (TC) timnya untuk persiapan uji kompetensi dan praporprov. Bahkan, tim yang sudah terbentuk tidak akan dibubarkan meski nantinya dicoret oleh KONI.

Proses latihan tetap dilanjutkan guna persiapan di event lainnya, termasuk untuk persiapan skuad Persem di Liga 3 musim 2022 nanti. ’’Jika ditanya yakin, kami juga yakin dan optimis bisa lolos. Namun kami juga tidak langsung membubarkan tim, karena mereka masih punya masa depan untuk ajang yang lain,’’ pungkasnya. (far/fen)

#Pesimistis #Turun #Ajang #Porprov