Rp 450 Triliun Dana dari PEN untuk Pembangunan Ibu Kota Baru 'Nusantara' Dikritik Ekonom #Triliun #Dana #dari #PEN #untuk #Pembangunan #Ibu #Kota #Baru #Nusantara #Dikritik #Ekonom

Rp 450 Triliun Dana dari PEN untuk Pembangunan Ibu Kota Baru ‘Nusantara’ Dikritik Ekonom

TRIBUNMANADO.CO.ID – Terkait pembangunan Ibu Kota Negara Baru yang menggunakan dana triliunan.

Diketahui ahl tersebut menjadi sorotan dari Ekonom.

Penggunaan dana sebesar 450 triliun dari PEN pun mendapat kritikan.

Baca juga: Impian Mommy ASF ke Cappadocia Akhirnya Terwujud, Pergi Bersama 4 Anak Dibayari Sponsor

Baca juga: Pose Tante Ernie yang Bikin Netizen Tinggalkan Komentar, Ada yang Pakai Pakaian Ketat dan Tergambar

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Besok Kamis 20 Januari 2022, 26 Wilayah Ini Waspada Potensi Cuaca Ekstrem


Foto : Ekonom CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara. (istimewa)

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur akan menggunakan sebagian dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2022 sangat tidak relevan.

“Masuknya anggaran IKN intens PEN sangat tidak relevan. Masih banyak penerima bantuan sosial yang belum terjangkau pemerintah dengan alasan keterbatasan anggaran,” ujar Bhima kepada Tribunnews, Rabu (19/1/2022).

Bhima mencontohkan, pelaku usaha UMKM hanya sebagian kecil dari 64 juta unit yang mendapat bantuan dari pemerintah selama masa pandemi. 

“Kalau anggaran di alokasikan ke IKN, tentu ini sangat berdampak negatif ke pemulihan ekonomi. Pembangunan IKN cenderung menggunakan skema penugasan kepada BUMN karya, sehingga dana pembangunan dari PEN mengalir ke BUMN lagi,” tutur Bhima.

Sementara dari beragam studi, lanjut Bhima, efek pembangunan IKN terhadap ekonomi sangat kecil dibawah 1% ke PDB. Apalagi model pembangunan IKN bertumpu pada pembangunan gedung layanan pemerintahan yang kurang menarik ditinjau dari sisi komersil. 

“Kalau tujuannya menyerap tenaga kerja, ya jangan bangun IKN sekarang, tapi berikan insentif ke usaha UMKM secara lebih masif,” ucap Bhima.

Ia menambahkan, 97 persen serapan tenaga kerja nasional ada di UMKM, bukan lewat pembangunan IKN. Menurut Bhima, tenaga kerja yang diserap diperkirakan dominan datang dari pulau Jawa juga, bukan tenaga kerja di wilayah IKN.

“Pemerintah perlu juga pastikan bahwa utang di APBN tidak meningkat signifikan akibat kesalahan alokasi anggaran di IKN. Sekarang defisit APBN harus ditekan dibawah 3% tapi belanja nya boros untuk hal yang tidak berkaitan dengan pemulihan ekonomi. Ini jelas aneh,” ucap Bhima.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pemerintah belum membagi dana PEN 2022 secara rinci. Selama itu, pemerintah akan memasukkan IKN menjadi salah satu dari program pemulihan ekonomi.

“Jadi ini akan kami desain baik untuk 2022, seperti diketahui 2022 paket pemulihan ekonomi Rp450 triliun masih belum dirinci seluruhnya. Jadi ini nanti mungkin bisa dimasukkan intens bagian program PEN,” ungkap Sri Mulyani intens konferensi pers yang disiarkan secara virtual, Selasa (18/1/2022).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penggunaan Dana PEN Rp 450 Triliun untuk Pembangunan IKN Dikritik, Ekonom: Sangat Tidak Relevan.

#Triliun #Dana #dari #PEN #untuk #Pembangunan #Ibu #Kota #Baru #Nusantara #Dikritik #Ekonom