Tak Serius, Rekanan Harus Di-Blacklist #Tak #Serius #Rekanan #Harus #DiBlacklist

Tak Serius, Rekanan Harus Di-Blacklist

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Proyek pembangunan drainase di Jalan Pemuda, Mojosari yang dikerjakan asal-asalan, memantik reaksi DPRD Kabupaten Mojokerto. Legislator daerah ini mendesak, rekanan di-blacklist. Sementara, Dinas PUPR belum menentukan sikap tegas terhadap proyek yang menghabiskan anggaran Rp 7,7 miliar tersebut.

’’Masih Kita liat dulu, pekerjaan mayor atau minor,’’ ungkap Plt Kepala Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto Bambang Purwanto, dikonfirmasi.

Sehingga, pihaknya pun belum bisa menentukan sikap terhadap rekanan dalam pengerjaan proyek yang dimenangkan CV Global Konstruksi asal Kota Bandar Lampung ini. Baik ancaman blacklist atau tak membayar pengerjaan paket proyek pengendalian banjir tersebut. ’’Kalau minor bisa dilakukan melalui perapian dan perbaikan. Kita audit dulu fungsi dan kualitasnya segera,’’ tegasnya.

Yang jelas, Bambang menambahkan, hingga saat ini, proyek tersebut belum dibayar. Sehingga, pihaknya menegaskan, jika perlu perbaikan, harus diperbaiki sebagaimana mestinya.

Hingga berganti tahun, pengerjaan proyek tersebut memang belum rampung 100 persen. Dan menyisakan finishing. Denda dalam pengerjaan saat ini juga terus berjalan sampai rekanan mengajukan pemeriksaan. Itu setelah ada pengajuan perpanjangan.

Ketua Komisi III Edi Ikhwanto, mendorong Dinas PUPR bertindak tegas atas temuan sidak yang dilakukan tiga hari lalu. Alasannya, sudah mencederai perwajahan penataan dan pembangunan daerah dengan 18 kecamatan ini. Menurut dia, rekanan seakan tak serius dalam pengerjaannya.

Terbukti dari amburadulnya pemasangan box culvert yang tak rapat, zig-zag hingga rongga-rongga yang ada juga hanya ditambal semen. ’’Harapannya kita jangan dipakai lagi (rekanan) yang seperti itu. Rekomendasi kita juga, pemborong yang nakal-nakal jangan dipakai lagi,’’ ungkapnya terpisah.

Edi menyayangkan pengawasan yang dilakukan DPUPR selama ini. Dengan  pengerjaan yang asal-asalan, seharusnya saat pemasangan langsung diminta memperbaiki. Tidak menunggu detik-detik batas waktu akhir pengerjaan. Apalagi, tegas Edi, lagi-lagi drainase itu berada di sisi barat Jalan Pemuda yang itu merupakan pintu masuk dari Sidoarjo. ’’Itu yang kita sesalin. Harusnya bagus, penataanya bagus, termasuk Bupati (Ikfina Fahmawati) itu juga harus turun biar tau langsung kondisi di lapangan. Itu lho tanggung jawabnya juga,’’ tegasnya.

Menurutnya, sidak yang dilakukan pada sidak Selasa (18/1) lalu tak sekedar mendapatkana aduan dari masyarakat melainkan karena memang kualitas pengerjaannya jauh dari mutu. ’’Kalau tidak terlalu parah mungkin kita juga tidak turun, itu saking sudah parah banget, seperti belajaran begitu, padahal nilainya Rp 7,7 miliar,’’ sesalnya.

Sebelumnya, Dewan juga mendesak pekerjaan tersebut ditata ulang. Tak sekadar longgar. Hasil pengerjaan yang dilakukan rekanan nampak tak profesional. Seperti pemasangan di beberapa titik nampak zig-zag dan tak simetris. (ori/ron)

#Tak #Serius #Rekanan #Harus #DiBlacklist