Tempuh Niskala, Keluarga Gelar Mulang Pakelem dengan 2 Ekor Ayam Hitam #Tempuh #Niskala #Keluarga #Gelar #Mulang #Pakelem #dengan #Ekor #Ayam #Hitam

Tempuh Niskala, Keluarga Gelar Mulang Pakelem dengan 2 Ekor Ayam Hitam

HINGGA hari keempat, proses pencarian terhadap Ni Luh Wardani, 48, dan Kadek Restini, 9, warga Kelurahan Banyuning, yang hilang terseret banjir belum membuahkan hasil.

Dengan belum ditemukannya korban yang merupakan ibu dan anak itu, pihak keluarga akhirnya berusaha menempuh jalan secara niskala agar pencarian membuahkan hasil

PIHAK keluarga korban melangsungkan upacara mulang pakelem di pantai Eks Pelabuhan Buleleng, Selasa siang (18/1) sekitar pukul 12.00 WITA.

Upacara dilangsungkan di sisi timur Monumen Yudha Mandala. Prosesi upacara itu dipimpin oleh pemangku pihak keluarga.

Ini kedua kalinya keluarga menempuh jalan niskala. Sebelumnya pada Minggu (16/1), keluarga juga melakukan upacara persembahyangan di Pura Segara Desa Adat Buleleng.

Setelah melakukan persembahyangan, pihak keluarga juga mulang pakelem dengan sarana dua ekor bebek.

Sementara pada Selasa siang, keluarga menggunakan sarana dua ekor ayam hitam yang ditenggelamkan di tengah laut.

“Ini sesuai kesepakatan keluarga. Kami kembali melakukan mulang pakelem. Berharap Hyang Widhi melancarkan proses pencarian ini,” kata Gede Sukerta, 35, keluarga korban.

Menurutnya, keluarga tetap menjalani seluruh proses. Baik skala dan niskala. Proses pencarian secara skala diserahkan pada tim SAR gabungan. Sementara pihak keluarga juga melakukan sejumlah upaya niskala, guna meminta restu proses pencarian bisa berlangsung dengan lancar.

Sukerta mengatakan, saat ini pihak keluarga hanya berharap agar kedua korban dapat ditemukan.

“Saat ini, harapan kami agar korban bisa ditemukan. Kami serahkan proses pencarian pada tim SAR. Karena mereka yang paham dengan metode pencarian. Apapun yang terjadi, kami menunggu hasil dari rekan-rekan SAR,” ujarnya.

Di sisi lain, tim SAR gabungan meneruskan proses pencarian. Sayangnya hingga hari keempat pencarian, masih belum membuahkan hasil.

Kepala Pos SAR Singaraja Dudi Librana mengatakan, pihaknya telah memperluas zona pencarian. Penyisiran laut dilakukan dalam radius hingga 3,5 mil laut. Sementara penyusuran pantai dilakukan sepanjang 2,5 kilometer. Tak hanya itu, tim juga melakukan penyusuran darat hingga ke wilayah Kubutambahan. Namun tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Kami juga sudah berkomunikasi dengan kelompok nelayan di seluruh Buleleng. Siapa tahu mereka menemukan tanda-tanda keberadaan korban, agar segera menyampaikan informasi pada kami. Masyarakat yang tinggal di pesisir juga kami harap partisipasinya, siapa tahu korban terdampar di pantai,” kata Dudi.

Menurutnya secara teori pencarian, seharusnya korban sudah muncul ke permukaan. “Secara teori dan pengalaman, biasanya memang sudah mengapung. Tapi karena terkait kondisi alam, tentu tidak bisa kita prediksi,” demikian Dudi.

Seperti diberitakan sebelumnya, ibu dan anak hilang saat menyeberangi Tukad Buleleng, pada Sabtu (15/1) siang lalu. Mereka hilang sekitar pukul 14.30 siang. Diduga saat menyeberang mereka dihantam air bah.

Keduanya dilaporkan sempat terlihat di muara Tukad Buleleng, tepatnya di kawasan Eks Pelabuhan Buleleng. Tim SAR pun melakukan pencarian. Hingga hari ketiga kemarin, hasilnya masih nihil.

Rencananya tim akan melanjutkan pencarian hingga Jumat (21/1) mendatang.

#Tempuh #Niskala #Keluarga #Gelar #Mulang #Pakelem #dengan #Ekor #Ayam #Hitam