Pejabat AS: Rusia Dibayang-bayangi Resesi Mendalam #Pejabat #Rusia #Dibayangbayangi #Resesi #Mendalam

Pejabat AS: Rusia Dibayang-bayangi Resesi Mendalam

Jakarta, CNN Indonesia

Pejabat senior Departemen Keuangan mengatakan ekonomi Rusia terancam jatuh ke dalam resesi akibat sanksi dari negara Barat yang memicu inflasi.

“Konsekuensi ekonomi yang dihadapi Rusia sangat parah. Inflasi hanya akan semakin tinggi, dan resesi hanya akan menjadi semakin dalam,” kata pejabat itu, mengutip dari CNN, Sabtu (2/4).

Sanksi yang dijatuhkan pada Rusia telah mendorong negara itu menjadi ekonomi tertutup. Dengan kondisi negara sekarang, Rusia sendiri belum siap menghadapi situasi tersebut.

“Rusia telah terpojok untuk menjadi ekonomi tertutup, dan Rusia sebenarnya adalah salah satu negara yang paling tidak siap untuk melakukannya dengan baik sebagai ekonomi tertutup,” kata pejabat tersebut.

Pejabat itu memperkirakan Rusia akan mengalami banyak masalah jika terisolasi dari pasar perdagangan dunia, karena negara tersebut telah lama mengandalkan penjualan bahan baku untuk membeli barang konsumsi dan peralatan canggih untuk produksi.

Bahkan pemulihan cepat mata uang Rusia dinilai dapat terjadi berkat upaya Moskow untuk menopang mata uang.

Komentar itu muncul setelah beberapa orang berpendapat bahwa pemulihan cepat rubel dari kehancuran awalnya adalah tanda bahwa sanksi Barat belum cukup berat bagi Rusia atas invasinya ke Ukraina.

Beberapa sanksi yang dijatuhkan pada Rusia mencakup pembekuan sebagian besar dari cadangan devisa Rusia, mencabut bank-bank Rusia dari jaringan perbankan SWIFT dan memblokir ekspor teknologi utama ke Rusia. Amerika Serikat juga telah melarang impor minyak, gas alam, dan produk minyak Rusia.

Sebelumnya, Kepala Ekonom Bank Dunia Carmen Reinhart menyebut Rusia dan Belarusia terancam gagal bayar utang karena ‘hujan’ sanksi dari AS dan negara-negara barat atas serangan militernya ke Ukraina.

Kekhawatiran ini telah membayangi pasar sejak serangkaian sanksi yang membuat negara beruang merah itu keluar dari pasar keuangan global.

“Baik Rusia maupun Belarusia berada di wilayah default. Mereka (memang) belum dinilai oleh agensi sebagai default selektif, tapi sangat dekat,” imbuh Reinhart.

Untuk menghindari gagal bayar yang dikhawatirkan itu, negara-negara Barat telah menerbitkan lisensi yang memungkinkan Rusia melakukan pembayaran bunga sebesar US$117 juta (setara Rp1,68 triliun; asumsi kurs Rp14.366 per dolar AS) atas utangnya bulan lalu.

Tujuan dari lisensi itu adalah untuk mengurangi dampak default pada bank-bank Barat, pemegang obligasi dan kreditur lainnya, kata pejabat senior Departemen Keuangan.

Lisensi itu berakhir pada 25 Mei 2022 dan pejabat senior Departemen Keuangan mengatakan keputusan untuk memperpanjangnya atau tidak lisensi tersebut masih belum ditentukan.

(tdh/isn)

[Gambas:Video CNN]


#Pejabat #Rusia #Dibayangbayangi #Resesi #Mendalam